Cari Blog Ini

Selasa, 03 Januari 2012

ARTIKEL KEPEMIMPINAN



1.   DEFINISI KEPEMIMPINAN

Apakah arti kepemimpinan? Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:
1.   Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
2.    Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
3.    Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
4.    Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
5.      Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti   kepemimpin)      pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai  tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281) .

            Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.

PENGERTIAN PEMIMPIN

Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, Page 23).




2.    Macam-Macam Gaya Kepemimpinan
Pada dasarnya di dalam setiap gaya kepemimpinan terdapat 2 unsur utama, yaitu unsur pengarahan (directive behavior) dan unsur bantuan (supporting behavior). Dari dua unsur tersebut gaya kepemimpinan dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu :

  • otokrasi (directing)
  • pembinaan (coaching)
  • demokrasi (supporting)
  • kendali bebas (delegating).
1.    Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian

Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

  1. Gaya kepemimpinan pembinaan /coaching
Gaya kepemimpinan ini mirip dengan otokrasi. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin masih menunjukkan sasaran yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut. Namun, pada kepemimpinan ini anggota diajak untuk ikut memecahkan masalah yang sedang dihadapi.
  1. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.


Ciri gaya kepemimpinan Otokratis adalah:
1.    Kurang percaya diri
2.    Sewenang-wenang
3.     Kurang toleransi
4.     Kurang memperhatikan yang dipimpin
5.     Memaksakan kehendak
6.     Tidak suka dikritik
7.     Mudah tersinggung dan mudah marah
Ciri gaya kepemimpinan Demokratis adalah:
1.    Membuat keputusan secara musyawarah
2.     Kompromis dan terbuka
3.     Saling menghargai sesama terutama terhadap yang dipimpin
4.     Bijaksana
5.    Menerima saran dan kritik yang positif
6.     Hasil keputusan untuk kepentingan bersama
7.     Disukai yang dipimpin
http://indahee.wordpress.com/tag/gaya-pemimpin/
Jika saya menjadi presiden gaya kepemimpinan yang saya pakai adalah gaya kepemimpinan Demokratis karna gaya kepemimpinan ini terbuka , bijaksana dan gaya ini juga dapat mengacu bagaimana kinerja kita selama ini kepada negara dan rakyatnya jika kurang kita bisa perbaikin lagi , kita menyelesaikan masalah dapat dimusyawarahkan .

Minggu, 04 Desember 2011

Definisi Konflik



Definisi Konflik :
Konflik organisasi ( organizational conflict ) adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota – anggota atau kelompok – kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya – sumber daya yang terbatas atau kegiatan – kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi.
Adapun menurut beberapa ahli yang mendefinisikan konflik :

Menurut Nardjana (1994) Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.

Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4)

Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) adalah: Conflict
is a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another. yang kurang lebih memiliki arti bahwa konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasi dan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya.

Menurut Stoner Konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumberdaya yang langka atau peselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. (Wahyudi, 2006:17)

Daniel Webster mendefinisikan konflik sebagai:
1. Persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain.
2. Keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001).

Perbedaan pandangan Tradisional da Interaksionis

Pandangan Tradisional
Pandangan tradisional menyatakan bahwa semua konflik itu buruk. Konflik dilihat sebagai sesuatu yang negatif, merugikan dan harus dihindari. Untuk memperkuat konotasi negatif ini, konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality. Pandangan ini konsisten dengan sikap-sikap yang dominan mengenai perilaku kelompok dalam dasawarsa 1930-an dan 1940-an. Konflik dilihat sebagai suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurangnya kepercayaan dan keterbukaan di antara orang-orang, dan kegagalan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
Pandangan Interaksionis
Pandangan interaksionis cenderung mendorong terjadinya konflik, atas dasar suatu asumsi bahwa kelompok yang koperatif, tenang, damai, dan serasi, cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut aliran pemikiran ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimun secara berkelanjutan, sehingga kelompok tetap bersemangat (viable), kritis-diri (self-critical), dan kreatif. Stoner dan Freeman (1989:392) membagi pandangan tentang konflik menjadi dua bagian, yaitu pandangan tradisional (old view) dan pandangan modern (current view). pandang tradisional dan modern, dibedakan dalam lima aspek, yaitu: cara pandang terhadap konflik, faktor penyebab timbulnya konflik, pengaruh konflik terhadap kinerja, fungsi manajemen, dan bagaimana perlakuan terhadap konflik untuk mencapai kinerja optimal.
    
Sumber Utama Penyebab Konflik :
1.Komunikasi yang buruk (kesalah pahaman)
2.Karakteristik Kepribadian
3.Perbedaan Individu (perbedaan pendirian dan pemikiran)
4.Perbedaan kepentingan

Teknik-Teknik Utama untuk memecahkan konflik

1.Integrating (problem solving) yaitu pihak yang berkepentingan secara bersama-sama mengidentifikasikan masalah yang dipersoalkan lalu kemudian mencari ,mempertimbangkan dan memilih solusi alternatif untuk menyelesaikan masalah tersebut ,pemecahan masalah secara ini biasanya cocok jika masalah yang terjadi akibat kesalah pahaman.
2.Obliging(Smoothing) Pemecahan masalah ini lebih memusatkan perhatian untuk memuaskan aspirasi dari pihak lain dibanding aspirasi dirinya sendiri dan lebih berupaya untuk menekan perbedaan-perbedaan dan menekankan persamaan yang ada.
3.Dominating (Forcing) Pemecahan masalah ini berorientasi pada dirinya sendiri yang tinggi dan rendahnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain . penyelesaian masalah dengan ini biasanya dilakukan ketika keadaannya sudah mepet.
4.Avoiding ini penyeselaian masalah dengan taktik menghindar kan masalah , cocok untuk menyelesaikan masalah yang sifatnya sepele atau remeh.
5.Compromising Metode ini lumayan baik karna menempatkan seseorang sebagai moderator(penengah) yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan kepentingan orang lain , ini pendekatan saling memberi dan menerima.

Sumber :
-     J. Winardi. 2003. Teori Organisasi & Pengorganisasian. Rajawali Press
-     Gibson, James L., et al., 1977. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses. Alih bahasa oleh Adriani. Jakarta:  
       Binarupa Aksara.
 -   T. Hani Handoko - Manajemen

Rabu, 09 November 2011

Tugas SOD Program Sortir dan Update data mahasiswa

Program Mahasiswa;
uses crt;
label 1;
type
DMHS = record
            NPM : String;
            Nama : String;
            KELAS : string;
        end;
var
List : array [1..15] of DMHS;
i, h, j, n, pil, m : integer;
NPM1 : String;
temp : DMHS;

procedure insert;
begin
inc(i);
inc(n);
gotoxy(6,16); write('Masukkan Data Mahasiswa');
gotoxy(6,18); write('NMP Mahasiswa : '); readln(List[i].NPM);
gotoxy(6,19); write('Nama Mahasiswa : '); readln(List[i].Nama);
gotoxy(6,20); write('KELAS Mahasiswa : '); readln(List[i].KELAS);
end;

procedure cari(z : String);
var
k : integer;
ketemu : boolean;
begin
k := 1;
ketemu := false;
while (not ketemu) and (k <= n) do
if List[k].NPM = z then
ketemu := true
else
k := k + 1;
if ketemu then

begin
gotoxy(21,15); write('Mahasiswa Dengan NPM ',z,' : Ditemukan');
gotoxy(18,17); writeln('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(18,18); writeln('| NPM       |     NAMA           | KELAS   |');
gotoxy(18,19); writeln('|___________|____________________|_________|');
gotoxy(18,20); writeln('|           |                    |         |');
gotoxy(18,21); writeln('|           |                    |         |');
gotoxy(20,21); writeln(List[k].NPM);
gotoxy(33,21); writeln(List[k].Nama);
gotoxy(55,21); writeln(List[k].KELAS);
gotoxy(18,22); writeln('|___________|____________________|_________|');
end
else
begin
gotoxy(20,15); write('Mahasiswa Dengan NPM ',z,' : Tidak Ditemukan');
end;
end;

procedure update(p : String);
var
z, x, y : String;
q, o : integer;
ketemu : boolean;
begin
q := 1;
if (NPM1 = '0') or (NPM1 = '') then
begin
gotoxy(15,20); write('Masukkan NPM yang Benar');
end
else
begin
ketemu := false;
while (not ketemu) and (q <= n) do
if List[q].NPM = p then
ketemu := true
else
q := q + 1;
if ketemu then
begin
gotoxy(5,21); write('Data Yang Akan di Update : ');

gotoxy(5,20); write('1. NPM 2. Nama 3. KELAS');
gotoxy(33,21); readln(pil);
case pil of

1 : begin
gotoxy(5,23); write('Masukkan NPM yang Baru : ');
readln(x);
List[q].NPM := x;
end;

2 : begin
gotoxy(5,23); write('Masukkan Nama yang Baru : ');
readln(y);
List[q].Nama := y;
end;
3 : begin

gotoxy(5,23); write('Masukkan KELAS yang Baru : ');
readln(z);
List[q].KELAS := z;
end;
end;
end
else

begin
gotoxy(5,22); write('NPM ',p,' Tidak Terdapat Dalam Daftar');

end;
end;
end;

procedure cetak;
begin
if m = 2 then
begin
gotoxy(37,2); write('Tabel Nilai Mahasiswa Setelah Diurutkan');
end
else if m = 0 then
begin
gotoxy(47,2); write('Tabel Nilai Mahasiswa');
end;
gotoxy(35,4); writeln  ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(35,5); writeln  ('| NPM       |   NAMA             | KELAS   |');
gotoxy(35,6); writeln  ('|___________|____________________|_________|');
gotoxy(35,7); writeln  ('|           |                    |         |');
gotoxy(35,8+n); writeln('|___________|____________________|_________|');
for j := 1 to n do
begin
gotoxy(35,7+j); writeln('|           |                    |         |');
gotoxy(37,7+j); writeln(List[j].NPM);
gotoxy(50,7+j); writeln(List[j].Nama);
gotoxy(72,7+j); writeln(List[j].KELAS);
end;
end;

begin { Program Utama }
i := 0;
n := 0;
repeat
1 : clrscr;
m := 0;
gotoxy(3,2); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(3,3); writeln ('|      Menu     |');
gotoxy(3,4); writeln ('|               |');
gotoxy(3,5); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(3,6); writeln ('|   1. Insert   |');
gotoxy(3,7); writeln ('|   2. Urutkan  |');
gotoxy(3,8); writeln ('|   3. Cari MHS |');
gotoxy(3,9); writeln ('|   4. Update   |');
gotoxy(3,10); writeln('|   5. Exit     |');
gotoxy(3,11); writeln('|               |');
gotoxy(3,12); writeln('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(3,13); writeln('|  Pilihan :    |');
gotoxy(3,14); writeln('|_______________|');
cetak;
gotoxy(16,13); readln(pil);
case pil of
1 : begin
m := 0;
insert;
end;
2 : begin
repeat
clrscr;
gotoxy(3,2); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(3,3); writeln ('|      Menu     |');
gotoxy(3,4); writeln ('|               |');
gotoxy(3,5); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(3,6); writeln ('|   1. NPM      |');
gotoxy(3,7); writeln ('|   2. Nama     |');
gotoxy(3,8); writeln ('|   3. KELAS    |');
gotoxy(3,9); writeln ('|   4. Menu     |');
gotoxy(3,10); writeln('|   5. Exit     |');
gotoxy(3,11); writeln('|               |');
gotoxy(3,12); writeln('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
gotoxy(3,13); writeln('|  Pilihan:     |');
gotoxy(3,14); writeln('|_______________|');

cetak;
gotoxy(16,13); readln(pil);
m := 2;
case pil of
1 : begin
for h := 1 to n-1 do
for j := 1 to n-1 do
if List[j].NPM > List[j+1].NPM then

begin
temp := List[j];
List[j] := List[j+1];
List[j+1] := temp;
end;
end;
2 : begin
for h := 1 to n-1 do
for j := 1 to n-1 do
if List[j].Nama > List[j+1].Nama then

begin
temp := List[j];
List[j] := List[j+1];
List[j+1] := temp;
end;
end;
3 : begin
for h := 1 to n-1 do
for j := 1 to n-1 do
if List[j].KELAS > List[j+1].KELAS then

begin
temp := List[j];
List[j] := List[j+1];
List[j+1] := temp;
end;
end;
4 : begin
goto 1;
end;
end;
cetak;
until
pil >= 5;
end;
3 : begin
gotoxy(21,15); write('NPM Mahasiswa yang akan dicari : ');
readln(NPM1);
cari(NPM1);
gotoxy(18,24); write('Tekan Sembarang Tombol Untuk Kembali Ke Menu');
end;

4 : begin
gotoxy(5,18); write('NPM Mahasiswa Yang Akan di Update : ');
readln(NPM1);
update(NPM1);
end;
end;
until pil >= 5;
end.

Hasil mengimput data mahasiswa :                                            





















  Output setelah di sortir  : 













Output Saat data di update :














Output setelah di update :


Kamis, 27 Oktober 2011

FLOWCHART PEMBUATAN KTP

PENGERTIAN FLOWCHART

Flowchart (bagan alir) merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya didalam suatu program atau prosedur sistem secara logika. Flowchart dinyatakan dengan simbol-simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.


Rabu, 05 Oktober 2011

Pengertian dan unsur Teori Organisasi

Pengertian Teori organisasi
Sederhana nya Organisasi adalah organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan akhir bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada, atas kesepakatan bersama.[1]. Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, baik Organisasi Statis maupun Organisasi Dinamis. Dalam arti statis, Organisasi adalah sebagai suatu wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan, dan dalam arti dinamis suatu Organisasi adalah sebagai sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.

1. Pengertian Teori organisasi statis
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok p) Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu: 1. Dalam arti statis, yaitu .Email Perusahaan Instansi Institusi Organisasi Pribadi, Djamboe WebDesign, Djamboe WebDesign, IT Consultant dan Web Development, Perusahaan Pembuatan Aplikasi .Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan Beberapa organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak .Hubungan Vertikal & Horizontal Dalam Struktur Organisasi. Struktur Organisasi statis, tampak pada struktur organisasi. Komponen 4: dinamis, tidak tampak.

2. Pengertian Teori organisasi dinamis
Organisasi dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha.

Ciri-ciri Organisasi adalah:
a.Adanya komponen (atasan dan bawahan)
b.Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
c.Adanya tujuan
d.Adanya sasaran
e.Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
f.Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
g.Organisasi bertambah besar
h.Pengolahan data semakin cepat
i.Penggunaan staf lebih intensif
j.Kecendrungan spesialisasi
k.Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
l.Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

Unsur-Unsur dan Bentuk Organisasi
Secara sederhana organisasi memiliki tiga unsur, yaitu ada orang, ada kerjasama, dan ada tujuan bersama. Tiga unsur organisasi itu tidak berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi saling kait atau saling berhubungan sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh. Adapun unsur-unsur organisasi secara terperinci adalah :
1. Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
2. Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
3. Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
4. Peralatan (Equipment)
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

5. Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain :
a. Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami perubahan.
b Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.
c Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi. Wilayah operasi dibedakan menjadi : a). Wilayah kegiatan, yang menyangkut jenis kegiatan atau macam kegiatan apa saja yang boleh dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi b). Wilayah jangkauan, atau wilayah geografis atau wilayah teritorial, menyangkut wilayah atau daerah operasi organisasi. c). Wilayah personil, menyangkut semua pihak (orang-orang, badan-badan) yang mempunyai hubungan dan kepentingan dengan organisasi. d). Wilayah kewenangan atau kekuasaan, menyangkut semua urusan, persoalan, kewajiban, tugas, tanggung jawab dan kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam batas-batas tertentu yang tidak boleh dilampaui sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6. Kekayaan Alam
Yang termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara, air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan fauna.
Bentuk-Bentuk Organisasi
1. Ditinjau dari Jumlah Pucuk Pimpinan :
a. Bentuk organisasi tunggal adalah organisasi yang pucuk pimpinannya ada di tangan seorang. Sebutan jabatan untuk bentuk tunggal antara lain Presiden, Direktur, Kepala, Ketua; di dalam struktur organisasi pemerintahan dikenal sebutan jabatan Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Walikotamadya, Camat, Lurah; dalam struktur organisasi perguruan tinggi dikenal sebutan jabatan Rektor, Dekan.
b. Bentuk organisasi jamak adalah organisasi yang pucuk pimpinannya ada di tangan beberapa orang sebagai satu kesatuan. Sebutan jabatan yang digunakan antara lain Presidium, Direksi, Direktorium, Dewan, Majelis.

2. Ditinjau dari Saluran Wewenang :
a). Bentuk organisasi jalur adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan, baik pekerjaan pokok maupun pekerjaan bantuan.
b). Bentuk organisasi fungsional adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu; pimpinan tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya.
c).  Bentuk organisasi jalur dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan baik pekerjaan pokok maupun pekerjaan bantuan; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan organisasi yang memerlukan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang keahlian tertentu.
d). Bentuk organisasi fungsional dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang kerja dapat memerintah semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.
e). Bentuk organisasi fungsional dan jalur adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang kerja berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja.
f).  Bentuk organisasi jalur, fungsional dan staff adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan bidang diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.


Refrensi :
http://naydacullen.blogspot.com/2010/10/pengertian-teori-organisasi-sederhana.html
http://massofa.wordpress.com/2008/11/28/unsur-unsur-dan-bentuk-organisasi/